Golden Fibonacci News

Indonesia Stock News!

Kamis, November 20, 2008

BMRI tbk

Koordinator Change Management Office PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Haryanto T Budiman, mengatakan, krisis pasar keuangan global tak terlalu mempengaruhi PT Tunas Finance, yang belum lama ini diakuisisi perseroan. "Sejauh ini dampak dari krisis global tidak memengaruhi nasabahnya terhadap kredit kendaraan karena sebagian besar nasabahnya adalah nasabah Mandiri, dan sudah ter-cover agunannya melalui memotong biaya kreditnya dengan gaji," katanya dalam acara diskusi Dampak Krisis Global, di Hotel Mason Pine, Bandung, Kamis (20/11).


BMRI tbk

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tak putus asa meski batal mengambilalih Bank Indover, yang sudah dilikuidasi lebih dahulu oleh otoritas bank sentral Belanda. Perseroan tetap berencana mengakuisisi bank-bank kecil pada 2009 namun saat ini yang masih dilakukan adalah menginventaris bank-bank yang memiliki potensi. Yang paling penting, bank yang dibidik merupakan bank yang tidak bergerak di sektor komersial. Demikian diungkapkan Koordinator Change Management Office BMRI Haryanto T Budiman, kepada wartawan, dalam acara diskusi Dampak Krisis Global, Hotel Mason Pine, Bandung, Kamis (20/11).

ELTY tbk

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) siap mempertahankan kepemilikan sahamnya di PT Bali Nirwana Resort (BNR) dengan mengeksekusi haknya dalam penerbitan saham baru BNR senilai Rp299,99 milyar. Dalam hal ini perseroan akan melakukan penyertaan sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya sebesar 27 persen. Penambahan modal BNR dilakukan dengan cara penerbitan saham baru Seri E sebanyak Rp165,84 juta dengan nominal Rp1.809 per helai senilai Rp299,99 milyar. Dari prospektus ringkas yang disampaikan diketahui bahwa dana hasil rights issue ini akan digunakna untuk meremajakan resort dan mempercepat pengembangan proyek resort baru. Jika pemegang saham lain tidak mengeksekusi haknya, maka ELTY akan mempertimbangkan untuk mengambil bagian sampai dengan nilai sebesar Rp300 milyar.

LSIP tbk

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk (Lonsum) mengakuisisi tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Tani Musi Persada dengan luas lahan 20 ribu ha, PT Tani Andalas Sejahtera seluas 10 ribu ha dan PT Sumatra Agri Sejahtera dengan luas 16.000 ha. Sekretaris Perusahaan Lonsum, Endah R. Madnawidjaja dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, nilai akuisisi tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit itu mencapai Rp48,04 milyar dan transaksi ditargetkan rampung pada 22 Desember mendatang. Lebih lanjut dijelaskan, pasca akuisisi, maka kepemilikan saham emiten berkode LSIP itu di PT Tani Musi Persada dan PT Sumatera Agri Sejahtera masing-masing mencapai 99,92 persen dan di PT Tani Andalas Sejahtera 90 persen.

BNII tbk

PT Bank International Indonesia Tbk (BII) di tahun 2009 fokus menggenjot pertumbuhan kredit sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) karena sektor ini dinilai tahan terhadap goncangan krisis ekonomi. Wakil Presiden Direktur BII Sukatmo Padmosukarso usai paparan publik kinerja kuartal III tahun 2008, di Jakarta, Kamis (20/11), mengatakan, "Dari hasil stress test,kami meyakini kondisi ketahanan UKM/komersial tahun ini dan tahun mendatang masih lebih baik lagi,"Outstanding kredit sektor UKM akan ditingkatkan menjadi 38 persen dari posisi sekarang sebesar 34,5 persen atau Rp13,31 trilyun dari total kredit yang mencapai Rp38,05 trilyun. Sementara porsi kredit korporasi mencapai Rp9,3 trilyun dan sisanya dari kredit konsumer Rp15,43 trilyun. Pertumbuhan kredit perseroan sampai akhir September lalu mencapai 25 persen ketimbang periode yang sama tahun 2007 sejumlah Rp30,42 trilyun. Untuk memacu pertumbuhan kredit UKM, perseroan terus melanjutkan linkage program dengan bank perkreditan rakyat (BPR).

BBRI tbk

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan meningkakan jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebanyak 3.000 unit di tahun 2009 sehingga totalnya ATM nantinya mencapai 4.057 unit.Wakil Kepala Divisi Dana dan Jasa BRI, Widodo Januarso, seperti yang dilansir Kompas, di Jakarta, Kamis (20/10), mengatakan, penambahan jumlah ATM ini dimaksud untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah sekaligus menarik nasabah baru. Melalui mesin ATM, nasabah bisa melakukan transaksi pembelian dan pembayaran pulsa, membayar rekening listrik, dan transaksi perbankan lainnya.

ISAT tbk

PT Indosat Tbk (ISAT) di bulan November ini akan mencairkan fasilitas pinjaman senilai US$300 juta. Utang tersebut merupakan bagian dari fasilitas kredit yang diterima sebesar US$450 juta dan sebear US$150 juta telah dicairkan pada September lalu. Direktur Utama ISAT Johny Swandi Sjam dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, fasilitas pinjaman itu digunakna untuk pendanaan belanja modal dan pelunasan obligasi dalam US$ yang jatuh tempo 2010 dan 2012.

Alexa

Arsip Blog

Add To